I. Klasifikasi Berdasarkan Tujuan Analisis

Ada dua tujuan utama dalam analisis kimia:

1. Analisis Kualitatif


Tujuan utama analisis kualitatif adalah untuk mengidentifikasi keberadaan (ada atau tidaknya) suatu zat atau unsur dalam sampel, tanpa menghiraukan jumlahnya. Ini seperti menjawab pertanyaan “Apa yang ada di sana?”.

Contoh Penerapan:

2. Analisis Kuantitatif


Setelah mengetahui “apa” yang ada, analisis kuantitatif bertujuan untuk mengukur jumlah atau konsentrasi relatif suatu zat dalam sampel. Ini menjawab pertanyaan “Berapa banyak yang ada di sana?”.

Contoh Penerapan:


II. Klasifikasi Berdasarkan Metode atau Teknik Analisis

Kimia analitik juga dapat dibagi berdasarkan jenis alat atau prinsip ilmiah yang digunakan. Ini seringkali tumpang tindih dengan tujuan kuantitatif, meskipun beberapa metode juga dapat digunakan untuk tujuan kualitatif.

1. Metode Kimia Klasik (Wet Chemistry)


Metode ini didasarkan pada reaksi kimia yang diamati secara visual atau menggunakan peralatan laboratorium sederhana.

2. Metode Instrumental


Metode ini menggunakan instrumen canggih untuk mengukur sifat fisik atau fisikokimia analit, yang kemudian dikorelasikan dengan keberadaan atau konsentrasinya. Metode instrumental menawarkan sensitivitas, selektivitas, dan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan metode klasik.

III. Bidang Aplikasi Utama Kimia Analitik

Berbagai jenis analisis kimia ini diterapkan di banyak sektor: